Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2023

TAQWA

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Taqwa ialah menjalankan segala perintah Allah SWT dan meninggalkan segala larangan-Nya untuk mengagungkan-Nya dengan semata-mata hanya mengharapkan Ridho-Nya. PERINTAH DAN WASIAT ALLAH SWT Taqwa adalah Perintah Allah SWT, sebagaimana firman-Nya : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ  "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar Taqwa kepada-Nya." QS.3.Aali 'Imraan : 102. Taqwa juga merupakan Wasiat Allah SWT :  وَلَقَدْ وَصَّيْنَا ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ  "Dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertaqwalah kepada Allah."  QS.4.An-Nisaa - 131. PERAN DAN FUNGSI TAQWA Dinukilkan oleh Sayyid Ahmad Al-Hasyimi rhm dalam kitab Mukhtaarul Ahaadiits, bahwa Imam Abu Ya'la rhm meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Sa...

Sayangi Anak

 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد لله الذي حثنا على تربية الأولاد بالوداد والصلاة والسلام على نبينا محمد المؤيد الممجد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم إلى يوم التناد Rekaman CCTV tentang seorang anak kecil mungil yang tenggelam di sebuah kolam, sangat memilukan dan amat menyedihkan. Siapa pun yang punya rasa sayang kepada anak-anak, jika menyaksikannya niscaya akan meneteskan air mata.  http://youtu.be/eC_P2WqFWwY Ayo ... kita ambil pelajaran tentang anak : 1. Anak adalah amanat Allah SWT. 2. Doakan selalu anak dengan kebaikan. 3. Ajarkan Islam kepada anak sejak dini. 4. Berikan anak nafkah yang Halal. 5. Berikan anak makanan yang Thoyyib. 6. Berikan anak pakaian yang layak. 7. Jaga kesehatan anak dengan baik. 8. Lindungi anak dari segala bahaya. 9. Jangan lepaskan anak sendirian. 10. Jangan sekali-kali kerasi anak. 11. Jangan sekali-kali membenci anak. 12. Jangan sekali-kali memusuhi anak. 13. Jangan sekali-kali menghina anak. 14. Jangan sekali-kali mengusir...

MUSIBAH

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Kata "musibah" berasal dari bahasa Arab yang berarti setiap kejadian yang tidak disukai. Dalam kamus besar bahasa Indonesia disebutkan bahwa musibah ialah kejadian / peristiwa menyedihkan yang menimpa. Dalam hadits riwayat Bukhari rhm dan Muslim rhm dinyatakan sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan sejumlah jenis musibah, antara lain : rasa lelah, sakit, resah, sedih, derita, galau, hingga tertusuk sebuah duri sekali pun. Kata "Musibah" di dalam Al-Qur'an disebut secara eksplisit sebanyak sepuluh kali, yaitu : QS.2.Al-Baqarah : 156, QS.3.Aali 'Imraan : 165, QS.4.An-Nisaa : 62 dan 72, QS.5.Al-Maa-idah : 106, QS.9.At-Taubah : 50, QS.28.Al-Qashash : 47, QS.57.Al-Hadiid : 22, QS.42.Asy-Syuura : 30 dan QS.64.At-Taghaabun : 11. Sedang secara implisit sangat banyak sekali. SEBAB MUSIBAH Sebab terjadinya suatu musibah ada dua macam : Pertama, sebab rasional yaitu sebab yang bisa terdeteksi ...

ISLAM : AQIDAH, SYARIAT DAN AKHLAQ

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Islam adalah Aqidah, Syariat dan Akhlaq. Ketiganya menjadi satu kesatuan tak terpisahkan, satu sama lainnya saling terkait dan saling menyempurnakan. Tanpa Aqidah, maka Syariat takkan tegak dan Akhlaq takkan mulia. Dan tanpa Syariat, maka Aqidah takkan kokoh dan Akhlaq takkan terjaga. Serta tanpa Akhlaq, maka Aqidah takkan kuat dan Syariah takkan terlaksana. ISLAM ADALAH AQIDAH Islam bukan filsafat mau pun ideologi, tapi Islam adalah Aqidah yang bersumber dari Wahyu Suci Ilahi. Aqidah lebih tinggi daripada Filsafat mau pun Ideologi, karena : 1. Aqidah produk ilahi, sedang Filsafat dan Ideologi adalah produk insani. 2. Aqidah bersumber Wahyu, sedang Filsafat dan Ideologi bersumber Akal. 3. Aqidah tidak boleh ditukar, sedang Filsafat dan Ideologi boleh ditukar setiap saat. 4. Aqidah memiliki akar yang sangat kokoh, sedang akar Filsafat dan Ideologi sangat rapuh. 5. Aqidah memiliki Dimensi Dunia dan Akhirat, sed...

AKHLAQ DI ATAS HUKUM

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Apa itu Akhlaq ... ? Jika seorang ayah meminta anaknya untuk mengambilkannya sehelai handuk dengan mengatakan : "Nak, lemparkan handuk itu ke ayah !"  Lalu si anak mengambil handuk dan melemparkannya ke sang ayah. Secara "Hukum" si anak sudah "Taat" melaksanakan "Perintah" sang ayah. Namun secara "Akhlaq" si anak kurang sempurna dalam melaksanakan "Perintah" sang ayah tersebut. Sebaliknya, jika si anak mengambil handuk tersebut dan menyerahkannya secara santun penuh hormat tanpa dilempar, maka si anak bukan "Tidak Taat" perintah sang ayah, tapi si anak justru telah lebih dari sekedar "Taat" untuk mewujudkan "maksud" dari perintah si ayah yaitu "diterimanya Handuk" oleh sang ayah, namun dengan cara yang jauh lebih baik dan sempurna. Itulah Akhlaq ... Berikut ini sejumlah contoh Keutamaan Akhlaq dalam aneka masal...

Kesempurnaan Akhlaq Nabi SAW

  Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah .... Allaahumma Sholli wa Sallim wa Baarik 'Alaa Sayyidinaa wa Habiibinaa wa Syafii'inaa wa wa Imaaminaa wa Maulanaa wa Nabiyyinaa MUHAMMAD  ... wa 'Alaa Aalihi wa Shohbihi Ajma'iiin ... Saudara Muslimku ... Saudari Muslimahku ... Kenalilah Nabimu ... RAHMATAN LIL 'AALAMIIN Dia lah Muhammad putra Abdullah dan Aminah, yang diutus sebagai RAHMATAN LIL'AALAMIIN, sebagaimana Firman Allah SWT kepada Rasulullah SAW dalam QS.21.Al-Anbiyaa' ayat 107 :           وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ "Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." Dan ingat : RAHMATAN LIL'AALAMIIN nya Nabi SAW, jangan pernah diartikan bahwa Nabi SAW damai dengan Kemunkaran, santai bersama Kema'siatan, diam terhadap Kesesatan, pasrah untuk Kebathilan, menyerah kepada Kezholiman, berpangku tangan terhadap Kerusakan. Sekali-kali tidak demikian...

Ushul Dan Furu'

Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatullaahi Wa Barokaatuh ... Bismillaah Wal Hamdulillaah ... Wash-sholaatu Was-salaamu 'Alaa Rasuulillaah ... Wa 'Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wa Man Waalaah ... Salah satu penyebab Takfir antara kaum muslimin dari aneka ragam Madzhab dan Firqoh adalah ketidak-mampuan kebanyakan awam umat Islam dalam membedakan antara Ushuluddin dan Furu’uddin. Ushuluddin adalah pokok-pokok  / dasar-dasar ajaran agama Islam  yang sangat prinsip dan amat mendasar serta fundamental, baik terkait Aqidah, Syariat mau pun Akhlaq, karena berdiri di atas dalil qoth’i yang mutlak benar, yaitu yang keyakinan kebenarannya mencapai tingkat kepastian, sehingga tidak diperkenankan adanya perbedaan. Setiap perbedaan dalam Ushul merupakan Inhiraf yaitu penyimpangan yang wajib diluruskan. Sedang Furu’uddin adalah cabang-cabang / ranting-ranting ajaran agama Islam  yang sangat penting tapi tidak p...

Toleransi Antar Umat Islam

 Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatullaahi Wa Barokaatuh ... Bismillaah Wal Hamdulillaah ... Wash-sholaatu Was-salaamu 'Alaa Rasuulillaah ... Wa 'Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wa Man Waalaah ... Istilah At-Taqriib Bainal Madzaahibil Islaamiyyah yaitu Taqrib Antar Madzhab Islam atau Pendekatan Antar Madzhab Islam dikritisi oleh Dua Pemikir Islam abad ini : Pertama, Prof.DR.Yusuf Al-Qordhowi Ketua Persatuan Ulama Islam Dunia, menyatakan bahwa istilah At-Taqriib Bainal Madzaahibil Islaamiyyah yaitu Taqrib Antar Madzhab Islam kurang tepat, karena kata Madzhab berkonotasi Fiqih, sedang Khilaf dalam Fiqih dianggap sudah selesai, dan tidak lagi menjadi penyebab perpecahan umat Islam, serta dalam masalah Fiqih sudah terbangun dengan baik saling pengertian di antara umat Islam. Menurutnya, istilah yang lebih tepat adalah At-Taqriib Bainal Firoqil Islaamiyyah yaituTaqrib Antar Firqoh Islam, karena kata Firqoh...

Toleransi Aswaja

 Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatullaahi Wa Barokaatuh ... Bismillaah Wal Hamdulillaah ... Wash-sholaatu Was-salaamu 'Alaa Rasuulillaah ... Wa 'Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wa Man Waalaah ... Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah sepanjang zaman tidak pernah berhenti mengkritisi segala bentuk penyimpangan Firqohdi luar Aswaja, dengan cara ilmiah dan penuh hikmah. Ulama Aswaja tidak pernah menutup pintu Dialog Lintas Madzhab dan Firqoh Islam, bahkan Dialog Lintas Agama sekali pun telah sejak lama menjadi bagian Da’wah penting Aswaja. Semangat Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah untuk Taqrib (pendekatan antar Madzhab Islam) danWihdah (persatuan umat Islam) serta Tasaamuh(Toleransi Antar Umat Islam), tidak hanya terbatas pada tataran wacana, akan tetapi sejak lama sudah menjadi bagian dari perjuangan da’wah mereka. Bahkan dari kalangan Aswaja pernah lahir fatwa dari seorang Ulama sekelas Syeikh Mahmud Syaltut rhm tentang bolehnya ta’abbud de...

Tantangan & Solusi Toleransi Antar Umat Islam

 Assalaamu 'AlaikumWa Rohmatullaahi Wa Barokaatuh ... Bismillaah Wal Hamdulillaah ... Wash-sholaatu Was-salaamu 'Alaa Rasuulillaah ... Wa 'Alaa Aalihi Wa Shohbihi WaMan Waalaah ... Upaya membangun Peradaban Dialog untuk mewujudkan Toleransi Antar Umat Islam selama ini memiliki Tantangan dan Halangan yang cukup berat, antara lain : 1. Adanya ”kelompok ekstrim” dari berbagai kelompok Islam yang suka mengkafirkan sesama muslim yang tidak sependapat dengan mereka, sehingga mereka selalu menolak upaya wihdah atau taqrib atau tasaamuh antar madzhab Islam, bahkan dialog pun mereka tolak, karena mereka hanya menganggap madzhabnya saja yang Islam, sedang selainnya kafir. 2. Adanya ”ketidak-tulusan” dari sementara kelompok Islam dalam membangun peradaban dialog, sehingga ada di antara mereka yang menjadikan upaya Wihdah dan Taqrib hanya sebagai peluang untuk menyebar-luaskan paham kelompoknya di tengah kelompok yang lain.  3. Adanya ”kepentingan politi...

ILMU dan HARTA

  1. ILMU menjaga sedang HARTA dijaga. 2. ILMU imam yang mengatur dan HARTA makmum yang diatur. 3. ILMU peredam khawatir, sedang HARTA pembuat khawatir. 4. ILMU pendorong rasa takut kepada Allah SWT, sedang HARTA tidak. 5. ILMU peninggi derajat, HARTA bukan peninggi derajat. 6. ILMU diinfaq bertambah, sedang HARTA diinfaq berkurang. 7. ILMU tidak hilang karena dicuri, HARTA bisa hilang kalau dicuri. 8. ILMU diwariskan dengan Ta'lim, sedang HARTA diwariskan dengan Kematian. 9. Warisan ILMU tidak berbagi sesama Ahli Waris, sedang Warisan HARTA berbagi sesama Ahli Waris. 10. ILMU ikut ke kubur, sedang HARTA tidak ikut ke kubur.

Hikmah Ramadhan 1: Niat

  Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Jika seseorang sedang tidak puasa, lalu tidak sarapan pagi, maka sekitar jam 9 perutnya mulai terasa lapar, semakin siang semakin lapar, apalagi hingga sore bisa kelaparan. Namun jika seseorang sedang berpuasa, hingga siang ia tidak merasa lapar, bahkan hingga sore ia mampu bertahan dan tetap tidak terasa lapar. Kenapa ya ? Ternyata, saat seseorang hendak berpuasa di siang hari, di malam hari sebelumnya ia sudah membaca NIAT PUASA dan menancapkannya dalam HATI. Nah, tatkala HATI manusia meneguhkan NIAT, maka tersambung langsung dengan pusat syaraf di OTAK nya. Lalu Sang OTAK secara otomatis langsung menginstruksikan kepada seluruh JARINGAN TUBUH termasuk SYARAF dan HORMON dalam tubuh untuk mengatur pemakaian segala jenis dan bentuk ENERGY sepanjang hari esok, agar tubuh bisa bertahan dalam menjalankan puasa seharian, sehingga sampai siang, bahkan hingga sore sekali pun, tubuh jadi mampu bertahan untuk t...